Jumat, 06 April 2018

Konsep Data Mining


DIAGNOSA TINGKAT KESEHATAN PASIEN
MENGGUNAKAN METODE DECISION TREE

Abstrak

Keadaan kesehatan merupakan keinginan tiap orang untuk selalu memiliki tingkat dan kualitas kesehatan yang baik. Munculnya berbagai gejala penyakit yang menyebabkan seseorag menderita suatu penyakit dapat diketahui secara dini. Untuk itu perlu adaya suatu aplikasi pendukung secara online baik berupa web online ataupun aplikasi lainnya yang bisa digunakan secara cepat dan tepat untuk diketahui, sebelum penyakit tersebut ditangani oleh orang yang ahli dibidangnya (dokter). Aplikasi ini untuk mendiagnosa tingkat kesehatan seseorang khususnya yang aktif sebagai perokok. Aplikasi ini menggunakan metode decision tree dengan kombinasi algoritma C.45 yang menggambarkan tingkat kualitas kesehatan seseorang akibat bahaya merokok yang ditimbulkan. Sampling diambil pada 70 orang pasien dengan metode wawancara dan kuesioner yang memberikan efek dan dampak serta kebiasaan dari pasien tersebut.

Kata Kunci : Web Online, Decision Tree, Aplikasi.

1. PENDAHULUAN

Pada umumnya semua orang pasti menginginkan kualitas kesehatan secara menyeluruh terhadap kehidupan mereka secara nyata. Namun bukan rahasia lagi jika menjaga kesehatan lebih sulit ketika orang tersebut belum merasakan dampak dan akibat dari pola hidup yang kurang baik dan kurang teratur. Salah satu yang biss dilihat adalah kebiasaan seseorang untuk merokok. Mereka telah mengetahui bahaya rokok secara langsung, hal ini bias terjadi dikarenakan dalam setiap kemasan rokok telah tertera tulisan peringatan bahaya rokok untuk kesehatan (Kusyogo, dkk, 2012), Didalam rokok terdapat lebih dari 4000 zat dan 2000 diantaranya zat tersebut merupakan zat yang berdampak bagi kesehatan. Diantara zat-zat berbahaya tersebut bahan radioaktif (polonium-201). dan bahan yang dipakai dalam cat (acetone). Obat gegat (naphthalene), ada juga racun untuk serangga, pencuci lantai juga terdapat pada rokok atau sering disebut juga ammonia, racun arsenic atau racun untuk anai-anai, gas beracun (hydrogen cyanide). Dengan semakin tingginya tingkat kesadaran manusia atas kesehatan bagi diri mereka dan lingkungan disekitar mereka, maka pada saat ini mulai bermunculan kampanye-kampanye aktif untuk mengurangi serta mengingatkan para pengguna rokok akan bahaya yang dapat ditimbulkannya kelak (Akbar AA, 2012).

Banyak faktor yang mempengaruhi para pengguna bagi resiko bahaya merokok khususnya bagi kesehatan jantung (Mamat, 2008). Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi adalah lingkungan dan kebiasaan seseorang untuk merokok. Perlu adanya perhatian serius tidak hanya oleh keluarga namun pembatasan dan penerapan aturan bagi perokok harus mulai ditingkatkan. Pengelompokan terhadap para perokok perlu memperhatikan klasifikasi dan pola yang ada (Edy K, dkk, 2009). Tujuan pengelompokan ini lebih kepada cara di masa yang akan dating untuk menangani dan menanggulangi tiap pasien yang ada.

Metode decision tree dengan algoritma C.45 dapat digunakan untuk mempredikasi berbagai informasi dari data yang akan digunakan (Angga, 2009). Pada aplikasi ini, diagnose yang dikembangkan akan lebih mengarah kepada penyakit tertentu, khususnya bronchitis, sehingga pasien yang didapatkan akan lebih terdeteksi secara dini.

2.       TINJAUAN PUSTAKA

Wenny W, dkk (2012), melakukan riset terhadap penderita tubercolosis dengan mengembangkan aplikasi sistem pakar untuk mendeteksi secara dini penyakit TBC pada diri pasien. Metode waterfall digunakan untuk melihat data awal yang telah diperoleh dari para tenaga ahli (dokter). Aplikasi dikembangkan dengan PhP dan MySql. Ellyza G (2013) mengembangkan sebuah prototype sistem pakar untuk mendeteksi tingkat resiko penyakit jantung koroner dengan metode Dempster-Shafer. Penelitian lainnya dilakukan oleh Rachmawati dkk (2012) dengan mengembangkan aplikasi sistem pakar diagnosa peyakit asma.

3.         METODE PENELITIAN

Metode waterfall digunakan untuk melaksanakan penelitian ini. Data diambil melalui metode sampling yang melibatkan 70 responden dengan cara wawancara. Data diolah menggunakan Decision Tree untuk medapatkan data yang lebih akurat. Pada tahap analisis melihat kebutuhan sistem yang ada. Mulai dari sisi kebutuhan sistem yang dapat mendukung penggunaan aplikasi, hingga kebutuhan user terhadap aplikasi. Dari analisa tersebut akan dikembangkan sebuah rancangan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Rancangan yang ada akan diimplementasikan ke dalam sebuah aplikasi untuk mendiagnosa tingkat kesehatan seseorang terutama terhadap bahaya rokok. Algoritma C.45 digunakan untuk melihat perbandingan data dalam implementasi untuk memprediksi pola dan data yang akan terbentuk.

4.           HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Sistem

Identifikasi sistem merupakan gambaran model diagram untuk menunjukkan tata letak sebuah sistem secara fisik dengan menampilkan bagian-bagian perangkat lunak (software) yang berjalan pada perangkat keras (hardware). Pada aplikasi ini perangkat keras yang digunakan adalah laptop dengan sistem operasi Windows7 untuk sarana penerapan aplikasi yang akan dibangun. Aplikasi ini akan dibangun dengan Notepad++. Aplikasi ini menjadikan MySQL sebagai database-nya. Admin menginputkan data yang kemudian disimpan dalam database. Ketika user menjalankan aplikasi, data akan diambil dari database yang kemudian akan diproses ke dalam data mining. Untuk menggambarkan arsitektur sistemnya bisa dilihat pada gambar dibawah.





Gambar 1. Arsitektur Sistem Aplikasi Data Mining

Langkah -1: Mengubah Data Menjadi Tree.
Menghitung Data Pasien Rumah Sakit.

Tabel 1. Jumlah Data Penyakit Bronkhitis
Penyakit
Terkena Penyakit
Tidak Terkena Penyakit
Total
Penyakit Bronkhitis
37
33
70





Langkah penyelesaian kasus:
1. Mengubah data menjadi tree.
2. Mengubah tree menjadi rule.
Namun pada penelitian ini hanya sampai langkah 1 dengan mengubah data menjadi tree.

Menentukan Node Terpilih, Dari data sampel tentukan dulu node terpilih yaitu dengan menghitung nilai information gain masing-masing atribut. (usia, berat badan, dan jenis kelamin).

Catatan:

1.
Untuk menentukan node terpilih, gunakan nilai information gain dari setiap kriteria dengan data sample

yang ditentukan.
2.
Node terpilih adalah kriteria dengan information gain yang paling besar.
Langkah – langkah menentukan node terpilih:

1.    Menghitung nilai informasi (I) dari seluruh data training Dengan menggunakan persamaan:
-p(+) log2 p(+) - p(-) log2 p(-)
= -37/70 log2 37/70 – 33/70 log2 33/70 = 0,99

2.    Menghitung nilai informasi tiap atribut di ambil dari satu penyakit bronkhitis. Dengan menggunakan persamaan:

-p(+) log2 p(+) – p(-) log2 p(-)


Tabel 1. Data Jumlah Rokok Per-Hari
Jumlah Rokok
Bronkhitis
Jumlah
2-11 Batang
YA
10



2-11 Batang
TIDAK
15



12-24 Batang
YA
26



12-24 Batang
TIDAK
15



25-36 Batang
YA
1



25-36 Batang
TIDAK
3




Total
70



Hitung Data Jumlah Rokok Per-Hari:

Q1 = -10/25 log2 10/25 - 15/25 log2 15/25 = 0,97
Q2 = -26/41 log2 26/41 - 15/41 log2 15/41 = 0,94

Q3 = -1/4 log2 1/4 - 3/4 log2 3/4 = -0,05
Hitung Jumlah Data Keluhan Merokok:
Sesak Napas:
Q1 = -26/50 log2 26/50 - 24/50 log2 24/50 = 0,99
Q2 = -11/20 log2 11/20 - 9/20 log2 9/20 = 0,99

Hitung Data Jumlah Batuk:
Q1 = -20/38 log2 20/38 - 18/38 log2 18/38 = 0,99
Q2 = -17/32 log2 17/32 - 15/32 log2 15/32 = 0,99
Hitung Data Jumlah Dahak:
Q1 = -11/17 log2 11/17 - 6/17 log2 6/17 = 0,93
Q2 = -26/53 log2 26/53 - 27/53 log2 27/53 = 0,99

Hitung Data Jumlah Nyeri Dada:

Q1 = -10/18 log2 10/18 - 8/18 log2 8/18 = 0,99
Q2 = -27/52 log2 27/52 - 25/52 log2 25/52 = 0,99
Hitung Data Jumlah Pusing:
Q1 = -6/11 log2 6/11 - 5/11 log2 5/11 = 0,99
Q2 = -31/59 log2 31/59 - 28/59 log2 28/59 = 0,99

Hitung Data Jumlah Flu:
Q1 = -7/12 log2 7/12 - 5/12 log2 5/12 = 0,97
Q2 = -30/58 log2 30/58 - 28/58 log2 28/58 = 0,99
Hitung Data Jumlah Panas:
Q1 = -8/14 log2 8/14 - 6/14 log2 6/14 = 0,98

Q2 = -29/56 log2 29/56 - 27/56 log2 27/56 = 0,01
Hitung Jumlah Data Lama rokok:
Q1 = -12/16 log2 12/16 - 4/16 log2 4/16 = 0,97

Q2 = -11/19 log2 11/19 - 8/19 log2 8/19 = 0,98
Q3 = -9/21 log2 9/21 - 12/21 log2 12/21 = 0,98
Q4 = -5/14 log2 5/14 - 9/14 log2 9/14 = 0,94

Hitung Jumlah Data Pengalaman Berhenti Merokok:
Q1 = -20/50 log2 20/50 – 29/50 log2 29/50 = 0,97
Q2 = -17/20 log2 17/20 – 4/20 log2 4/20 = 0,70

3. Menghitung nilai entrophy tiap atribut:
Jumlah Rokok Per-hari:
E = (25/70) Q1 + (41/70) Q2 + (4/70) Q3 = -0,2

Keluhan:
a.     Sesak Napas.
E = (50/70) Q1 + (20/70) Q2 = -0,27
b.    Batuk
E = (38/70) Q1 + (32/70) Q2 = -0,27
c.     Dahak
E = (17/70) Q1 + (53/70) Q2 = -0,25
d.    Nyeri Dada
E = (18/70) Q1 + (52/70) Q2 = -0,27
e.     Pusing
E = (11/70) Q1 + (59/70) Q2 = -0,27

f.     Flu
E = (12/70) Q1 + (58/70) Q2 = -0,26
g.  Panas
     E = (14/70) Q1 + (56/70) Q2 = -0,52
h.    Lama Rokok

     E = (16/70) Q1 + (19/70) Q2 + (21/70) Q3 + (14/70) Q4 = -0,24
i.      Pengalaman Berhenti Merokok
     E = (49/70) Q1 + (21/70) Q2 = -0,16

Menghitung nilai information gain tiap atribut.
Tabel 2. Hasil Data Gain Penyakit Brokhitis
Data
Nilai Seluruh Data
Nilai Entropy Tiap Atribut
Jumlah
Jumlah Rokok
0,99
0,92
0,07




Sesak Napas
0,99
0,99
0




Batuk
0,99
0,99
0




Dahak
0,99
0,97
0,02




Nyeri Dada
0,99
0,99
0




Pusing
0,99
0,99
0




Flu
0,99
0,98
0,01




Panas
0,99
0,2
0,79




Lama Rokok
0,99
0,96
0,03




Pengalaman Berhenti
0,99
0,9
0,09





Dengan menggunakan langkah – langkah yang sama di hitung nilai information gain atribut seluruhnya, sehingga didapat nilai information gain atribut Panas sebesar 0,79 Sehingga, terpilih atribut

5. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian ini, maka diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.      Jumlah rokok perhari di dapat Q1 = 0,97, Q2 = 0,94, Q3 = -0,05

2.      Dengan Entropy atribut yang dihasilkan sebesar -0,2 maka proses penghitungan jumlah rokok perhari dapat dihasilkan dengan entropy tersebut.

3.      Aplikasi untuk mendiagnosa tingkat kesehatan pasien menghasilkan information gain atribut panas sebesar 0,79. Sehingga proses analisa tingkat kesehatan diakibatkan oleh penyakit dahak yang lebih mengarah kepada bronkhitis.

DAFTAR PUSTAKA

Edy Kurniawan, I Ketut Edy Purnama, Surya Sumpeno, “Analisa Rekam Medis untuk Menentukan Pola Kelompok Penyakit Menggunakan Klasifikasi dengan Decision Tree J4”, Institut Sepuluh Nopember, Surabaya.

Akbar Aji Anugraha, 2012, “Sistem Pakar Deteksi Bahaya Rokok Bagi Kesehatan” Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Angga Raditya, 2009, Implementasi Data Mining Classification untuk Mencari Pola Prediksi Hujan dengan Menggunakan Algoritma C4.5, Universitas Gunabangsa, Depok.

Ellyza Gustri Wahyuni dan Widodo Prijodiprojo, 2013 “Prototype Sistem Pakar untuk Mendeteksi Tingkat Resiko Penyakit Jantung Koroner dengan Metode Dempster-Shafer , FMIPA UGM, Yogyakarta.

Wenny Widiastuti, Dini Destiani, Dhami Johar Damiri, 2012, ”Aplikasi Sistem pakar deteksi dini pada penyakitTuberkolusis”, Sekolah Tinggi Teknologi Garut.

Rachmawati, Dhami Johar Damiri, Ate Susanto, 2012, “Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Asma” Sekolah Tinggi Teknologi Garut.

Kusyogo Cahyo, Putri Asmita Wigati, Zahroh Shaluhiyah, 2012 “Rokok, Pola Pemasaran dan Perilaku Merokok Siswa SMA/Sederajat di Kota Semarang, Universitas Diponegoro Semarang.

Mamat, 2008, “Faktor-faktor resiko yang berpengaruh terhadap kejadian penyakit jantung koroner terhadap kelompok usia <45 Tahun”. Unoversitas Diponegoro Semarang



Read More ->>

Jumat, 23 Maret 2018

Manajemen Layanan Sistem Informasi


Pengertian Manajemen Layanan Sistem Informasi
Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah suatu metode pengelolaan sistem informasi(SI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan SI terhadap bisnis perusahaan.
Manajemen Layanan Sistem Informasi berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses (seperti Six Sigma, ERP, dsb) Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan sistem informasi dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.
Manajemen Layanan Sistem Informasi umumnya menangani masalah operasional manajemen sistem informasi dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan software komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.
Metode yang digunakan Manajemen Layanan Sistem Informasi :
1.        Total Quality Management (TQM)
TQM adalah strategi manajemen yang ditunjukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi.
2.    Six Sigma
Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya.
3.    Business Process Management (BPM)
BPM adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistic untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi.

4.    Capability Maturity Model Integration (CMMI)
CMMI adalah suatu pendekatan perbaikan proses yang memberikan unsure-unsur penting proses efektif bagi organisasi. Praktik-praktik terbaik CMMI dipublikasikan dalam dokumen-dokumen yang disebut model, yang masing-masing ditunjukan untuk berbagai bidang yang berbeda.
Kerangka Kerja (Framework) Manajemen Layanan Sistem Informasi
1.    Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.
2.      Control Objectives for Information and Related Technology(COBIT)
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat olehInformation Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.
3.    Software Maintenance Maturity Model
4.    PRM-IT  IBM’s Process Reference Model for IT
5.    Application Services Library (ASL)
Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah “perpustakaan” digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.
6.    Business Information Services Library (BISL)
BiSL adalah standar domain publik sejak tahun 2005, diatur oleh Lembaga ASL BiSL (sebelumnya Lembaga ASL). Kerangka kerja ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat. [1] BiSL berkaitan erat dengan ITIL dan ASL kerangka, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL fokus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BiSL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir)
7.    Microsoft Operations Framework (MOF). Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0 adalah serangkaian panduan yang bertujuan membantu teknologi informasi (TI) profesional menetapkan dan menerapkan layanan yang handal dan hemat biaya.
8.    eSourcing Capability Model  for Service Providers (Escm-sp) daneSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management
eSourcing Capability Model  for Service Providers (eSCM-SP) adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh ITSqc di Carnegie Mellon University. eSCM-SP adalah “praktek terbaik” model kemampuan dengan tiga tujuan :
·      Untuk memberikan penyedia layanan bimbingan yang akan membantu mereka meningkatkan kemampuan mereka di seluruh sourcing siklus hidup
·      Untuk menyediakan klien dengan cara yang obyektif mengevaluasi kemampuan penyedia layanan
·      Untuk menawarkan penyedia layanan standar untuk digunakan saat membedakan diri dari pesaing.

sumber :
Read More ->>

Senin, 19 Maret 2018

4. Manusia dan Cinta Kasih



A. Pengertian Cinta Kasih
Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai. Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
  1.  Cinta bersifat manusiawi 
  2.  Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
  3.  Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
  4.  Cinta juga selalu menyatakan unsur - unsur dasar tertentu yaitu:
  5.  Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.
  6.  Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar bedasarkan atas suka rela.
  7.   Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang   lain, agar mau membuka dirinya.
  8.  Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
B. Cinta Menurut Ajaran Agama
Mungkin bisa dikatakan bahwa cinta adalah hal yang sangat berarti bagi diri kita sepanjang hidup kita , kasih dimana sesuatu yang memiliki hal yang sangat berarti untuk saling mengasihi antara sesame manusia. Bila kata cinta dan kasih digabungkan menjadi satu menjadi cinta kasih ,akan menjadi kata yang sangat bermakna bagi hidup kita.            
Cinta sendiri sangat sakral bagi hidup kita saling mencintai , saling menyayangi dan saling pengertian ,  dimana semua ini berhubungan dengan perasaan yang ada dalam hati yang timbul dari ketertarikan pada suatu lawan jenis yang menjadi ingin rasa memiliki dan menjadi sepasang yang tak ingin lepas dari sesuatu tersebut. Kasih yang menjadi pelengkap dari kata cinta yang satu sama lain saling mengasihi dan menjaga hati dengan baik . tetapi cinta jangan dilaksanakan dengan NAFSU dan GENGSI .  kenapa dengan  NAFSU dan GENGSI karena kita memilih orang tersebut bukan karena iri yang hanya mengikuti hawa nafsu saja dan malu terhadap lingkungan sekitar. Pasti anda pernah mendengar pepatah “ kalau jodoh ga kan kemana”, nah dalam hal ini bisa dikatakan kita memilih dengan sabar jangan terburu buru ,kita telaah mana yang cocok dengan diri kita. Bila kita laksanakan dengan baik , kita akan merasa nyaman dan senang. Zaman sekarang bisa dikatakan semakin ke zaman akan semakin cepat orang merasakan cinta kasih, lalu satu lagi, pacar akan menuruti kata pacarnya dibandingkan dengan orang tuanya , nah kita harus tahu betul , apakan cinta kasih kita direstui atau tidak, karena apabila tidak maka akan menjadi hubungan tidak baik
Cinta dalam agama islam. Simpang siur tentang cinta dalam agama islam , bisa diartikan sebenarnya tidak boleh dikarenakan belum muhrim , karena dalam agama islam belum boleh mencintai dan memiliki lawan jenis sebelum menikah , apabila sudah menikah , baru boleh mencintai dan meiliki.
Sebenarnya cinta dalam agama islam adalah cinta kita terhadap sang pencipta , kita cinta terhadap semua yang telah diciptakan demi meneruskan hidup di dunia yang harus kita syukuri atas segala rahmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita di dunia , jangan lah kau mendustai apa yang telah diberikan oleh Allah Swt , kita harus cinta melaksanakan segala apa yang telah diperintahkan dan menjauhi segala larangannnya.

C. Kasih Sayang
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Porwadarminta, kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Apabila suatu hubungan cinta diakhiri dengan sebuah pernikahan maka hal ini akan menimbulkan perasaan yang lebh dewasa lagi dan juga menuntut agar suatu hubungan tersebut lebih bertanggung jawab, perasaan inilah yang disebut dengan kasih sayang, mengasihi, atau saling menumpahkan kasih sayang.

D. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
  1.  Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu   dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan   seksualitasnya kuat.
  2.  Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan.   Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa   sudah  agak lama biasanya semakin berkurang.
  3.  Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia   sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.

 E. Pemujaan
Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan YME. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya.
Cara Pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat komunikasi manusia dengan Tuhan. Berbagai seni sebagai manifestasi pemujaan merupakan suatu tambahan tersendiri dalam terciptanya kehidupan yang lebih indah.

F. Belas Kasihan
Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasih, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaanya. Penderitaan ini mengandung arti luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim piatu, penyakit yang dideritanya,dan sebagainya. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak, manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihnya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah.

G. Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, Kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.


Read More ->>

2. Manusia dan Kebudayaan


  A. Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:
  
  Ø  NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.

  Ø  ABINENO J. I
Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”.

  Ø  UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.

  Ø  SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.

  Ø  KEES BERTENS
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan.

  Ø  I WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.

  Ø  OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.

  Ø  ERBE SENTANU
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.

  Ø  PAULA J. C & JANET W. K
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.

B. Pengertian Hakekat Manusia
Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Terdiri dari dua hal,yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia,misalnya:
1.  Perasaan intelektual,
2.  Perasaan estetis,
3.  Perasaan etis,
4.  Perasaan diri,
5.  Perasaan sosial,
6.  Perasaan religius.
Makhluk biokultural, yaitu : makhluk hayati yang budayawi.
Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

C. Kepribadian Bangsa Timur
Budaya yang terdapat di dunia beraneka ragam.Bermacam-macam budaya dikarenakan perbedaan peradaban daerah itu masing-masing,selain itu juga karena letak geografis daerah tersebut.Manusia mendiami wilayah yang berbeda,ada yang di wilayah Barat,Timur Tengah,dan Timur.Berada di lingkungan yang berbeda membuat kebiasaan,adat istiadat ,budaya juga berbeda.perbedaan budaya tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya.Misalnya pada bangsa timur,bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah,bangsa yang mempunyai kepribadian baik,dan bangsa yang bersahabat.Banyak orang dari wilayah lain yang tertarik pada kebudayaan bangsa timur.
Kepribadian bangsa timur berbeda dengan kepribadian bangsa barat, dari wilayahnya, lingkungan, gaya hidup, kebudayaan dan kebiasaannya pun berbeda. menjelaskan tentang kepribadian bangsa timur,sudah jelas kita semua tau bahwa bangsa timur identik dengan benua Asia. Yang penduduknya sebagian besar berambut hitam dan berkulit sawo matang, dan sebagian pula berkulit putih dan bermata sipit.

D. Pengertian kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata LatinColere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

E. Unsur - unsur Kebudayaan
Kebudayaan memiliki unsur-unsur antara lain :
  Ø  Bahasa 
  Ø  Sistem Pengetahuan 
  Ø  Organisasi Sosial
  Ø  Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
  Ø  Sistem Mata Pencaharian
  Ø  Sistem Religi
  Ø  Kesenian

F. Wujud Kebudayaan
1. Wujud Ide
Wujud tersebut menunjukann wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup.
Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat.

2.  Wujud perilaku
Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa.

3. Wujud Artefak
Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil fisik. Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contohnya : candi, bangunan, baju, kain komputer dll.

G. Orientasi Nilai Budaya
Kebudayaan sebagai karya mnusia yang memiliki sistem nilai.
Menurut C.Kluckhon dalam karyanya Variation in Value Orientation(1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, universal memiliki 5masalah pokok kehidupan manusia yaitu:
1.        Hakekat Hidup manusia
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem : ada yang berusaha memadamkan hidup, adapula dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik.
2.        Hakekat karya Manusia
Setiap budaya hakekatnya berbeda-beda, diantaeanya da yang beranggapan bahwa kerya bertujuan untuk hidup, karya memeberikan kehormatan dan tahta, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3.        Hakekat Waktu manusia
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda; ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada yang berorientasi pada masa kini, ada pula yang masa depan.
4.        Hakekat alam manusia
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengxploitasi alam dan memanfaatkan alam sebaik mungkin. Ada juga yang menganggap manusia harus selaras dengan alam dan menyerah pada alam.
5.        Hakekat hubungan Manusia
Dalam hal ini da yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, adpula yang berpandangan individualis.

H. Perubahan Kebudayaan
Pengertian perubahan kebudayaan adalah  suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.

I.    Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
            Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya Manusia.

Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu