Rabu, 23 Mei 2018

Review Jurnal Pemanfaatan ITIL Pada Suatu Perusahaan

PENDEKATAN MODEL INFORMATION TECHNOLOGY
INFRASTRUCTURE LIBRARY (ITIL) DALAM REKAYASA
SISTEM INFORMASI UNTUK PENCAPAIAN ITGOVERNANCE

Herison Surbakti
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Respati, Yogyakarta

ABSTRAK
Suatu organisasi hendaknya menyiapkan blueprint Teknologi Informasi yang akan dipergunakan untuk mendukung proses pengolahan data sebelum membangun dan mengimplementasikannya, yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu informasi yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan dalam menentukan kebijakan organisasi pada masa mendatang.
Hampir semua organisasi membutuhkan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan organisasi, namun tidak semua organisasi mempunyai blueprint Teknologi Informasi yang baik, sehingga akan mengalami kesulitan untuk mengembangkan sistem/apliksi dibidang teknologi yang dimiliki.
Kesulitan dalam membangun blueprint dan roadmap implementasi ditimbulkan akibat dari tidak adanya standar arsitektur sistem, tools pengembangan, database management system (DBMS) dan manajemen dokumen sistem. Desain perangkat lunak sangat bergantung pada struktur organisasi perusahaan karena berhubungan dengan pemeliharaan, perbaikan sistem pengujian, integrasi sistem dan pengembangan sistem yang akan dimulai dari awal, bukan melanjutkan sistem yang sudah ada. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah kelancaran sistem yang sangat tergantung dari pengelolaan Teknologi Informasi, tetapi jarang sekali dilakukan dengan baik, dan oleh karena itu diperlukan suatu rekayasa sistem informasi untuk membangun infrastruktur sistem informasi dengan menggunakan sebuah framework Teknologi Informasi sebagai standar penggunaan sistem. Dengan Information Technology Infrastructure Library(ITIL) sebagai ”Best Practice” framework di bidang IT yang dicetuskan dan banyak diimplementasikan di United Kingdom (UK), diharapkan organisasi dapat memperoleh roadmap implementasi dan blueprint untuk pemanfaatan, implementasi dan penggunaan Teknologi Informasi.

Kata kunci : teknologi, informasi, institusi, blueprint, perancangan, sistem, pemeliharaan, framework, best practice, infrastruktur library

1. PENDAHULUAN
Information Technology Infrastructure Library (ITIL) merupakan framework untuk mengelola infrastruktur Teknologi Informasi (TI) di suatu organisasi dan bagaimana memberikan service terbaik bagi pengguna layanan TI. ITIL pada dasarnya membahas mengenai IT Service Management, dan membedakan antara incident dan problem, antara problem, error dan known error. ITIL terdiri atas komponen-komponen proses di dalam IT Service Management. Komponen tersebut terdiri atas service support dan service delivery (Rudd, 2004).
1.1. Service Support
Service support membahas tentang proses dan komponen dalam operasional IT seharihari, seperti Incident Management, Problem Management, Change Management, Configuration Management dan Release Management. Pada dasarnya service support menjelaskan proses support dari IT dan bagaimana cara menangani suatu incident sebelum akhirnya masuk ke dalam problem management. komponen dari proses pada IT service management mempunyai peran masing - masing yaitu:
1. Service desk sebagai single point of contact
2. Release Management dalam melakukan testing suatu teknologi baru sebelum
diimplementasi
3. Build knowledge based untuk membantu mempercepat penyelesaian suatu incident

1.2. Service Delivery
Komponen-komponen dari Service Delivery adalah Financial Management for IT Services, Availability Management, Capacitiy Management, IT Service Continuity Management, Service Level Management. Service Delivery ini merupakan tactical proses artinya untuk mendukung bisnis dari sisi IT Service Management dalam jangka panjang bukan untuk operasional yang dilakukan setiap hari. Contohnya dalam bagian IT Service Continuity Management, misalnya dilakukannya service level agreement (SLA), melakukan Risk Management berfungsi untuk mengetahui dan dapat mengidentifikasi bentuk resiko, menentukan tingkat resiko yang akan terjadi, untuk mengetahui asset mana saja yang mempunyai resiko, dan sebagainya. ITIL memberikan dasar dan konsep IT sebagai bagian dari service ke customer atau user, bagaimana proses yang baik antara satu entity dengan entity lainnya.
ITIL meliputi service support, service delivery, rencana pengembangan service management, ICT infrastructure management, application management, business perspective, security management, dan software asset management. Service support dan service delivery merupakan area utama, yang disebut juga IT Service Management (ITSM). Secara bersama-sama, dua area ini mengandung beberapa disiplin yang bertanggung jawab untuk penentuan dan manajemen pelayanan Teknologi Informasi (TI) yang efektif.

 
 Gambar 1.1 Service Support Process

2. INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE LIBRARY (ITIL)
SERVICE
IT Infrastructure Library yang ada saat ini merupakan suatu petunjuk yang terintegrasi dari Office of Goverments Commerce (OGC) dan British Standars Institusion (BSI) yang digunakan untuk penerapan teknologi informasi dan disupport oleh aplikasi-aplikasi serta modul – modul pelatihan yang terstruktur. Terdiri dari dua area pada service Management yaitu Service Support dan Service Delivery (IBM Global, 2004).

 
 Tabel 1.1 ITIL Service Table


2.1. Service Support
Service support adalah suatu penerapan disiplin yang memungkinkan tersedianya pelayanan TI. Tanpa disiplin ini, teknologi informasi hampir tidak mungkin menyediakan pelayanan TI yang baik, dan tidak dapat terkelola dengan baik. Disiplin service support yaitu:
1. Configuration management
2. Incident Management
3. Problem management
4. Change management
5. Service/help desk
6. Release management

 
Gambar 2.1 Service Support Process

1. Configuration Management
Manajemen konfigurasi terdiri dari 4 task (identifikasi, kontrol, status, verifikasi) adalah penerapan suatu database (disebut sebagai configuration management database - CMDB) yang berisi detil dari elemen-elemen dalam suatu perusahaan yang digunakan dalam mengatur IT Service. CMDB merupakan suatu pekerjaan "pendataan aset", karena CMDB berisi informasi yang terkait dengan perawatan, perpindahan, dan masalah yang terjadi dengan item- item yang ada didalam CMDB. Selain itu CMDB juga berisi informasi tentang item - item yang sangat dibutuhkan oleh organisasi pelayanan IT, seperti hardware, software, dokumentasi, SDM.
2. Incident & Problem Management
Incident & Problem Management adalah sebuah penanganan dan pencegahan suatu kejadian/masalah yang akan mempengaruhi IT Service suatu organisasi (SLA Toolkit, 2002). Hal ini meliputi kepastian bahwa suatu masalah telah diperbaiki, mencegah terjadinya kembali masalah yang sama dan melakukan perawatan serta pencegahan untuk mengurangi masalah – masalah yang pernah terjadi muncul kembali. Tujuanya memperbarui atau membuat normal kembali service operasional secara cepat yang memungkinkan kekacauan pada bisnis menjadi sangat kecil.
Incident & Problem Management mempuyai peranan untuk meyakinkan pada penggunaan sumberdaya yang baik untuk mensupport bisnis, untuk mengembangkan, perbaikan dan menyimpan data yang berkaitan dengan trouble dengan sebaik mungkin. Contoh sebuah trouble adalah aplikasi tidak tersedia atau dalam keadaan error atau hardware sudah melampaui batas umur atau tidak dapat dipergunakan. Incident & Problem Management mempunyai tanggung jawab sebagai berikut:
1. Melakukan deteksi terhadap kejadian-kejadian dan mencatatnya
2. Membuat klasifikasi setiap kejadian dan membuat inisailasi bentuk support nya
3. Melakukan investigasi dan diagnostik
4. Membuat ketentuan dan memperbaikinya
5. Menyelesaikan setiap masalah / kejadian
6. Menentukan kejadian punya siapa, memantau, melacak dan melakukan komunikasi



 
Gambar 2.2 Incident Life Cycle
 
3. Change Management
Change Management adalah suatu praktik yang memastikan bahwa semua perubahan terhadap configuration items tercatat, terencana dan disetujui. Task pada change management meliputi:
1. Memastikan bahwa ada suatu alasan yang terkait dengan bisnis pada setiap
perubahan
2. Identifikasi spesifik item-item dan IT services yang akan terpengaruh oleh perubahan
yang akan dilakukan.
3. Merencanakan perubahan
4. Melakukan pengetesan dari perubahan yang dilakukan
5. Mempunyai rencana cadangan jika perubahan yang dilakukan tidak berhasil atau
tidak sesuai harapan.
4. Service Desk
Service Desk merupakan kontak pertama pelaku bisnis yang memanfaatkan IT services, jika terjadi sesuatu dengan IT services yang tidak mereka harapkan. Tujuan Service Desk adalah untuk melakukan pusat komunikasi antara user dan IT service Management, untuk menangani berbagai kejadian dan permintaan, untuk membagi dan menjadikan suatu interface untuk berbagai aktivitas lainnya misalnya, perubahan, masalah, konfigurasi, penghapusan, tingkat layanan serta kesinambungan layanan IT management (SLA Toolkit, 2002).
Service Desk diperlukan karena merupakan sebuah fungsi yang esensial untuk mengefektifkan service management. Service Desk dapat juga disebut sebagai Helpdesk, dimana Helpdesk merupakan suatu prinsip operasional antar interface dan pengguna IT.

 
Gambar 2.3 Incident Registration Input

5. Release Management
Release management adalah pengaturan semua konfigurasi software yang ada dalam suatu organisasi, dimana task ini bertanggung jawab terhadap pengaturan software development, instalasi, dan dukungan serta pembuatan software. Release management dibutuhkan untuk membuat daftar hardware yang sudah mengalami kondisi kritis, membuat daftar software yang tidak bisa digunakan lagi serta membuat daftar yang berhubungan dengan software atau hardware yang akan dilakukan penggantian.
Release management mengkoordiansikan berbagai organisasi yang memberi dukungan dan pengembang yang berhubungan hardware, software, penggabungan berbagai dokumen dan pendistribusiannya. Tanggung jawab dari release management adalah membuat rencana dan mengawasi dalam melakukan penggantian perangkat lunak dan penggabungan bergbagai dokumen perangkat keras untuk mencapai keberhasilan.

 
Gambar 2.4 Major Activities of Release Management

2.2.Service Delivery
Aspek dari Service delivery yang terdiri dari Service Level Management, Financial management for IT Service, Capacity Management, IT Service Continuity dan Availability management menjadi prinsip dalam pengembangan dan melakukan improvisasi dalam manjaga kualitas IT Service Delivery. Tujuan dari Service Delivery adalah untuk melakukan perbaikan dan secara berangsur-angsur melakukan pengembangan atau perbaikan dalam menggabungkan IT service quality sampai pada siklus yang tepat, pemantauan, laporan dan hasil review pada IT service Achievements dan sampai dapat mengganti tingkat layanan yang tidak sesuai.

2.3.Roadmap Service Management Consulting and Design Services
IT Service Management (ITSM) biasanya tidak berurusan langsung dengan bagian “back office” atau urusan operasional dari manajemen tekonologi informasi. Terkadang pengetahuan ini merupakan arsitektur dari operasional dan bukan pembangunan teknologi. Sebagai contoh proses dari pembuatan software untuk penjualan, atau desain microprocessor tidak akan menjadi sesuatu yang fokus terhadap sebuah disiplin ilmu, tetapi lebih mengarah ke sebuah sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pembangunan staf bisnis. Beberapa divisi dalam organisasi yang tidak berkecimpung dalam pengembangan teknologi, misalnya bidang financial, ritail dan travel, mempunyai sistem teknologi informasi yang signifikan dan tidak membuka rahasia dengan pelanggan. ITSM dapat diibaratkan sebagai sebuah Enterprise Resouce Planing (ERP) untuk IT, dan meskipun dalam sejarahnya operasional di bidang teknologi informasi mungkin merupakan sebuah batasan aplikasi yang berlainan dengan kebanyakan aktivitas pada umumnya. Misalnya IT portofolio management, dan Software engineering. (Wikipedia, 2013).

 

Gambar 2.5 Service Delivery processes


2.4.Unified Modeling Language (UML)
Unified Modeling Language (UML) digunakan untuk melakukan pemodelan sistem/perangkat lunak dengan menggunakan tools yang ada. Dengan pemodelan menggunakan UML, rekayasa dan pengembangan perangkat dapat dilakukan dengan fokus pengembangan dan desain perangkat lunak terhadap:
1. Tinjauan umum bagaimana arsitektur sistem secara keseluruhan
2. Penelaah bagaimana objek-objek dalam sistem saling mengirimkan pesan
(message) dan saling bekerjasama satu sama lain
3. Menguji apakah sistem/perangkat lunak sudah berfungsi seperti yang seharusnya
4. Dokumentasi sistem/perangkat lunak untuk keperluan-keperluan tertentu di masa
yang akan datang
Setiap sistem yang komplek seharusnya bisa dipandang dari sudut pandang yang berbedabeda sehingga bisa dilakukan pemahaman secara menyeluruh. Dalam upaya-nya tersebut, UML menyediakan sembilan jenis diagram yang dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya yang statis ataupun dinamis. Kesembilan jenis diagram untuk UML adalah:
1. Use-Case Diagram - bersifat statis, memperlihatkan himpunan use-case dan aktor-aktor. Diagram ini sangat penting terutama untuk memodelkan ataupun mengorganisasikan perilaku dari sistem yang dibutuhkan pengguna
2. Class Diagram - bersifat statis tetapi sering pula memuat kelas-kelas aktif dan memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka-antarmuka, kolaborasikolaborasi, serta relasi-relasi
3. Statechart Diagram - bersifat dinamis yang memperlihatkan state – state dari sistem, memuat state, transisi, event, serta aktivitas. Penting untuk memperlihatkan sifat dinamis dari antarmuka (interface), kelas, kolaborasi, terutama penting pada pemodelan system-sistem yang reaktif
4. Activity Diagram - bersifat dinamis. Merupakan tipe khusus dari diagram state yang memperlihatkan aliran dari suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu sistem
5. Sequence Diagram - bersifat dinamis yang menekankan pada pengiriman pesan (message) dalam suatu waktu tertentu
6. Collaboration Diagram - bersifat dinamis yang menekankan organisasi struktural dari objek-objek yang menerima serta mengirim pesan (message)
7. Component Diagram - bersifat statis.diagram ini berhubungan dengan digram kelas dimana komponen secara tipical dipetakan ke dalam satu atau lebih kelaskelas, antarmuka (interface) ataupun kolaborasi
8. Diagram Objek - bersifat statis, memperlihatkan objek-objek serta serta relasirelasi antar-objek. Selain itu juga memperlihatkan instansiasi statis dari segala sesuatu yang dijumpai pada diagram kelas
9. Depeloyment Diagram - bersifat statis, diagram memperlihatkan konfigurasi saat aplikasi dijalankan (run-time). Digram ini sangat berguna saat aplikasi kita berlaku sebagai aplikasi yang dijalankan pada banyak mesin (distributed computing)

3. PERANCANGAN APLIKASI, FRAMEWORK DAN PROPERTI KOLABORASI
Dari setiap analisa yang telah dibahas kemudian dalam membangun Framework Aplikasi perlu diperhatikan penangganan property untuk perancangan dan rekayasa perangkat lunak sebagai berikut:
1. User Control bertanggung jawab mengelola daftar petugas yang berhak  menggunakan sistem, dan melakukan verifikasi login / logout.
2. Group Control bertanggung jawab dalam mengelolah group dan pengelolaan keanggotaan petugas dalam group.
3. Sesion Management bertanggung jawab mengelola sesi yang aktif menyimpan informasi tipe kompresi, tipe enkripsi dan kunci enkripsi yang digunakan. Selain itu sesi manajemen petugas yang beroprasi adalah petugas yang memiliki sesi.
4. Acces Control bertanggung jawab menggelola kewenangan dari setiap grup dan anggota grup terhadap sejumlah komponen yang tersedia. User Interface bertanggung jawab memberikan antar muka kepada petugas untuk berinteraksi dengan sistem.
5. Atomicity dengan fungsi commit / rollback menjamin bahwa transaksi diakui semua atau dibatalkan semua. Sistem harus menjalin status rangkaian transaksi, jangan sampai sebagaian sukses, sedangkan sebagaian lagi dibatalkan.
6. Concurrency Control menjamin dua transaksi atau lebih yang meminta layanan dapat dilayani dengan tetap menjamin keberhasilan transaksi.
7. Concurrency Contol bertanggung jawab mencegah terjadinya deadlock antar proses untuk memperebutkan sumber daya yang sama. Akses konkuren kemungkinan benar terjadi di server aplikasi, seperti pada saat akses basis data dan log file.
8. Coupling dan Cohesion merupakan ukuran kualitas disain modular. Dalam membuat disain modular, derajat coupling rendah, ketergantungan antara komponen harus rendah, akses data global ditindak, serta antarmuka komponen yang sederhana. Sedangkan derajat kohesi dapat ditingkatkan dengan spesialisasi komponen.

3.1. Modul Konseptual
Model conseptual modul Aplikasi dapat dibangun berdasarkan analisa kebutuhan perangkat lunak pada suatu organisasi yang telah dikembangkan. Antar muka terdiri form utama, panel menu dan button. Menu bertanggung jawab memberikan link panggilan ke komponen aplikasi. Komponen aplikasi yang ditangani menu sesuai dengan sistem yang dikembangkan (Jacobson et al, 1992). Banyak sedikitnya komponen aplikasi tergantung pada luas sempitnya sistem yang dibangun.
Untuk melakukan operasi basis data, antara muka memanggil komponen data komunikasi melalui antarmuka kelas Koneksi. Selanjutnya kelas ini akan memanggil komponen koneksi basis data untuk operasi basis data lokal dan koneksi soket untuk operasi basis data remote melalui server aplikasi. Server aplikasi menerima perintah dari klien melalui server soket dan meneruskan ke DBMS remote menggunakan kelas Db_Access.

 
Gambar 3.1 Model konseptual Framework Aplikasi

3.2. Perancangan Layanan Berdasarkan ITIL Framework
IT Service Management dalam ITIL dibedakan menjadi incident dan problem. Kemudian dalam IT Service Management itu sendiri terdiri atas service support dan service delivery. Service support sendiri menjelaskan proses dan komponen dalam operasional IT sehari-hari seperti Incident Management, Problem Management, Change Management, Configuration Management dan Release Management. Service support menjelaskan proses support dari IT untuk operasional sehari-hari, dan bagaimana menangani suatu incident sebelum akhirnya masuk ke dalam proses problem management (Maurer, et al, 2000). Service desk sebagai single point of contact merupakan bagian tersendiri yang akan mengolah setiap proses yang masuk dan keluar. Release Management mempunyai tugas melakukan testing suatu teknologi baru sebelum diimplementasi.
Build knowledge based berfungsi membantu mempercepat penyelesaian suatu incident. Hal lain dari IT Service Management adalah Service Delivery, dimana komponen atau proses dari Service Delivery ini adalah merupakan sebuah Financial Management for IT Services, Availability Management, Capacitiy Management dan IT Service Continuity Management (SLA Toolkit, 2002). Service Level Management pada dasarnya adalah Service Delivery dengan tactical proses, dimana ini artinya adalah merupakan sebuah dukungan untuk IT Service Management dalam jangka waktu yang lebih lama bukan untuk operasional sehari hari, seperti:
1. IT Service Continuity Management
2. service level agreement (SLA)
3. Dan lain sebagainya yang merupakan kegiatan operasional organisasi harian

4. KESIMPULAN
Dari pembahasan dan rekayasa sistem informasi yang telah dilakukan, akan diperoleh sebuah roadmap dan rencana pengembangan serta Teknologi Informasi yang handal yang berpedoman pada Information Technology Infrastructure Library (ITIL). Dalam pembangunan sistem dan aplikasi akan sangat membantu manajemen dalam memperoleh informasi sebagai pendukung keputusan terutama bagi sebuah organisasi dengan skala Enterprise. Adapun manfaat dari pengembangan sistem/aplikasi dengan berpedoman terhadap IT Service Management (ITSM) dalam framework ITIL akan memberikan nilai tambah pada suatu organisasi, antara lain yaitu:
1. Terbangunnya standar arsitektur pengembangan sistem management yang baik
2. Desain perangkat lunak yang tidak tergantung pada struktur organisasi, sehingga tidak
menjadi hambatan dalam pengembangan dan implementasi sistem yang sudah ada
sebelumnya
3. Pengembangan sistem yang selalu akan mengacu kepada blueprint dan roadmap yang
telah ditetapkan
4. Implementasi sistem informasi akan lebih cepat karena pengembangan sistem dan
aplikasi tidak tergantung pada perubahan organisasi

5. DAFTAR PUSTAKA
[1] Colin Rudd, 2004, An Introductory Overview of ITIL® Version 1.0am , itEMS Ltd ©
Copyright itSMF
[2] IBM Global, 2004, IBM and the IT Infrastructure Library, ©Copyright IBM Corporation,
Services Route 100 Somers, NY 10589 U.S.A
[3] Ivar Jacobson, Magnus Christerson, Patrik Jonson, and Gunnar Overgaard, 1992, Object-
Oriented Software Engineering: A Use Case Driven Approach, Addison-Wesley
[4] Wikipedia, 2013, ITSM, http://id.wikipedia.org/wiki/ITSM, diakses 20 pebruari 2013.
[5] SLA Toolkit, 2002, Service Level Agreement, Guidance & Instructions, @Copyright
Protected Easytec Solutions
 [6] SLA Toolkit, 2002, Service Level Agreement, Template, @Copyright Protected Easytec
Solutions
[7] W. Maurer, R. Matlus, N. Frey, 2000, Strategic Analysis Report, GartnerGroup RAS Services

Sumber : http://jti.respati.ac.id/index.php/jurnaljti/article/download/52/45

Nama Kelompok : ALEXANDER BAGAS SAPUTRA       1B117099
                              DIMAS ARMANSYAH                          1B117063
                              RIZKY MUHAMMAD                           1B117100
                              YOLANDA JEMNY SETIAWAN          1B117061
Kelas                  : 4KA43
Read More ->>

Senin, 21 Mei 2018

Rabu, 11 April 2018

7. MANUSIA DAN KEADILAN



1.      PENGERTIAN KEADILAN
Pengertian Keadilan, Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.

Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.

Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.

Contoh Keadilan:
Seorang koruptor yang memakan uang rakyat. Koruptor di tangkap dan dimasukan kepenjara selama 2 tahun tanpa ada goresan luka sedikit pun pada wajahnya. Hal tersebut mencerminkan bahwa hakim dan jaksa di indonesia tidak adil pada rakyat kecil yang dikarenakan mencuri dompet mendapatkan masa kurungan lebih dari sang koruptor, padahal koruptor lah yang mencuri uang rakyat lebih banyak dari pada pencopet itu. Bahkan koruptor bisa mendapatkan fasilitas yang istimewa bahkan seperti apartemen didalam penjara.

2.      KEADILAN SOSIAL
Seperti pancasila yang bermaksud keadilan sosial adalah langkah yang menetukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Setiap manusia berhak untuk mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya sesuai dengan kebijakannya masing-masing.
5  Wujud keadilan sosial yang diperinci dalam perbuatan dan sikap:
Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4. Sikap suka bekerja keras.
5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Asas yang menuju dan terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara lain melalui delapan jalur pemerataan yaitu :
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan.
2.      Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3.      Pemerataan pembagian pendapatan.
4.      Pemerataan kesempatan kerja.
5.      Pemerataan kesempatan berusaha.
6.    Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan  kaum wanita.
7.      Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
8.      Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.

3.      BERBAGAI MACAM KEADILAN
a)   Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.

b)   Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally) Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.

c)   Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

Contoh :
Dr.Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis saling mencintai. Bila dr. sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena Dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga Dr.Sukartono.

4.      KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan-perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.

Hakikat kejujuran dalam hal ini adalah hak yang telah tertetapkan, dan terhubung kepada Tuhan. Ia akan sampai kepada-Nya, sehingga balasannya akan didapatkan di dunia dan akhirat. Tuhan telah menjelaskan tentang orang-orang yang berbuat kebajikan, dan memuji mereka atas apa yang telah diperbuat, baik berupa keimanan, sedekah ataupun kesabaran. Bahwa mereka itu adalah orang-orang jujur dan benar. Dan pada hakekatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.

5.      KECURANGAN
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.

Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat sekelilingnya hidup menderita.

Sebab-Sebab Seseorang Melakukan Kecurangan
Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan, ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya ada empat aspek yaitu:
1.      Aspek ekonomi
2.      Aspek kebudayaan
3.      Aspek peradaban
4.      Aspek tenik
Apabila ke empat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum, akan tetapi apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan. Tentang baik dan buruk Pujowiyatno dalam bukunya "filsafat sana-sini" menjelaskan bahwa perbuatan yang sejenis dengan perbuatan curang, misalnya berbohong, menipu, merampas, memalsu dan lain-lain adalah sifat buruk. Lawan buruk sudah tentu baik. Baik buruk itu berhubungan dengan kelakuan manusia. Pada diri manusia seakan –akan ada perlawanan antara baik dan buruk. Baik merupakan tingkah laku, karena itu diperlukan ukuran untuk menilainya, namun sukarlah untuk mengajukan ukuran penilaian mengenai halyang penting ini. Dalam hidup kita mempunyai semacam kesadaran dan tahulah kita bahwa ada baik dan lawannya pada tingkah laku tertentu juga agak mudah menunjuk mana yang baik, kalau tidak baik tentu buruk.

6.      PERHITUNGAN DAN PEMBALASAN
Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.

Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan, dan bagi yang mengingkari perintah Tuhan pun diberikan pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapatkan pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan, menimbulkan pembalasan yang tidak bersahabat pula.

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia bermuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar hak dan kewajiban manusia lain. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

7.      PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya.

Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.


Read More ->>

6. MANUSIA DAN PENDERITAAN



1.      PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.
Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis, penyembuhan nya terletak paa kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.
2.      SIKSAAN
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.
Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah lakupercaya bahwa suatu phobia adalah problem nya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
3.      KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang 3bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya konflik sosial budaya.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negatif.
Positif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapai nya apa yang diinginkan.
Bentuk frustrasi antara lain :
1. Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hipertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2. Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitif atau ke kanak-kanakan
3. Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
4. Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif kepada orang lain.
5. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6. Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain.
7. Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasi nya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. kota – kota besar
2. anak-anak muda usia
3. wanita
4. orang yang tidak beragama
5. orang yang terlalu mengejar materi
Apabila kita kelompokan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain lain.  Penderitaan dan Perjuangan
4.      PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Penderitaan merupakan resiko hidup yang sifatnya kodrati. Untuk keluar dari penderitaan tentulah manusia itu sendiri yang berhak memilih dengan cara apa ia keluar dari penderitaan. Terbebas dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Untuk mencapai kelangsungan hidup yang lebih baik, maka manusia harus berjuang dengan seluluh kemampuan yang dimiliki. Selain berjuang, untuk terbebas dari penderitaan tentu harus disertai dengan kesabaran dan doa. Karena hidup tidak selalu berada di atas atau bahagia. Maka manusia harus optimis dan berusaha sert berjuang dalam menghadapi kesulitan hidup.
5.      PENDERITAAN, MEDIA MASSA DAN SENIMAN
Dengan adanya media masa di masa yang modern ini, contoh-contoh penderitaan sudah menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat. Dengan adanya media massa, semua berita dapat dirangkum dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Tidak sedikit orang yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menyiksa serta menindas orang lain.
Semakin hari semakin banyak berita tentang penderitaan yang dapat kita jumpai. Hal ini membuat para seniman, terutama seniman perfilman yang tidak jarang mendapat ide-ide cemerlamg untuk memfilmkan cerita tentang penderitaan. Dengan harapan, film yang para seniman buat dapat menjadi pelajaran bagi para penonton tentang cara keluar dari penderitaan serta menjadi tameng untuk mencegah terjadinya penderitan bagi dirinya. Dalam dunia modern sekarng ini kemungkinan terjasi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah di buktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya mensejahterkan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita. Penciptaan bom atom, reactor nukir, pabrik senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan manusia. Hal ini sudah terjadi seperti bom atom di Hirosyima dan Nagasaki, kebocoran reactor nuklir di Uni Soviet, kebocoran gas beracun di India, pengunaan peluru kendali dalam perang Irak dan yang baru – baru ini terjadi di Jepang tepatnya di Fukushima terjadi ledakan reactor nuklir yang menyebabkan radiasi nuklir yang membahayakan kesehatan manusia,akibatnya masyarakat sekitar yang tinggal di daerah tersebut harus di ungsikan ke tempat yang lebih aman.
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran Koran, layar TV. Pesawat radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan sukarelawan berupa material atau tenaga untuk meringankan penderitaan dan penyelamatan mereka dari musibah ini.
Media massa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesame manusia terutam bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnys komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penonton dapat menhayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bernama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang di filmkan dengan judul “Arie Hangara”.
6.      PENDERITAAN DAN SEBAB - SEBABNYA
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab – sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
·         Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
·         Penderitaan yang menimpa manusia karena memperlakukan sesama tidak secara kemanusiaan yang menjadikan sebuah kejahatan seperti memperlakukan pembantu sewenang-wenangya itu yang menyebakan penderitaan bagi si korban dan sudah selayak mendapat hukuman seberat-beratnya
Penderitaan lingkungan yang disebabkan oleh manusia:
Penderitaan ini terjadi karena kelalaian manusia yang tidak memahami kondisi alam dan setelah merusak tidak mencoba memperbaiki alam seperti penebagan liar terhadap hutan di sini objek penderita adalah alam yang mengalami sengsara ketika hujan datang air tidak memiliki penahan hujan dan imbasnya kembali kemanusia yang lain sedangkan manusia yang terkena bukan lah yang menebang melainkanorang tak bersalah bukankah ini merugikan orang lain.
Penderitaan yang timbul karen penyakit, siksaan / azab Tuhan:
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal dan optimisme merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
7.      PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini di ungkapkan dalam pribahasa “Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”, “Nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Sikap positif yaitu sikap untuk merubah keadaan awal dengan memperbaiki kesalahan agar tidak terjadi padanya yang kedua kali dengan memahami bahwa dampak kediri kita tidak lah baik .
Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengdakan perubahan nilai – nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.



Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu